CHOCOLATE WAR: Corporate Social Responsibility

Kutipan kata inspiratif dari penayangan video “Chocolate War”:

“Rasa Bisa Membuat Perang”

“Pemasaran Yang Aggresif dan Global Menguasai Dunia”

 

Corporate Social Responsibility

Hershey sebagai salah satu di negara bagian Pennslyvania, Amerika Serikat merupakan penghasil cokelat terbesar di dunia pada masanya. Dunia menyebut Hershey dengan sebutan the chocolate world and the sweetest on earth.

Memasuki abad 20 hanya sedikit warga masyarakat Amerika Serikat yang merasakan cokelat. Melihat peluang ini Hershey mengambil keputusan untuk menjual pabrik permen caramelnya seharga 1 juta dollar dan kemudian dengan modal yang dimiliki kemudian Hershey membeli tanah kosong seluas 160 km² di utara Lancaster yang bertetangga dengan kota kelahirannya di Derry Church. Hershey membangun pabrik untuk memproduksi cokelat. Alasannya, bisnis permen cokelat menurutnya lebih menjanjikan dibandingkan bisnis permen karamel. Walaupun pada waktu itu, cokelat susu masih merupakan barang mewah yang diimpor dari Swish. Pada tahun 1903, pabrik cokelat Hershey mulai dibangun dengan ambisi menjadi pabrik cokelat terbesar di dunia. Pabrik cokelat Hershey selesai dibangun tahun 1905, dan dilengkapi dengan teknik produksi permen cokelat secara massal. Hershey bersikeras untuk mengembangkan resep permen cokelat susu sendiri yang disenangi publik Amerika dan Hershey menciptakan brand bahwa dirinya adalah cokelat Amerika.

Dari sisi harga, cokelat Hershey dipasarkan dengan harga yang terjangkau. Selain karena ingin meningkatkan penjualan, coklat dijual dimana-mana seharga hampir $3 untuk satu pack, di Hershey hanya $1 sekian. Namanya juga dikota coklat, jadi semua coklat pun disediakan dengan harga di bawah rata-rata.

Seiring waktu berjalan, munculah perusahaan baru yang juga memproduksi cokelat yaitu perusahaan bernama Mars. Mars tampil dengan produk yang hampir sama tetapi dalam bentuk keping dan berani dalam hal pemasaran dan distribusi, Mars perusahaan pertama yang melakukan promosi melalui iklan dan membuat ikon boneka untuk produknya, serta melakukan pemasaran door to door. Mars juga expansi pemasaran melalui pengadaan cokelat untuk militer yang berperang pada saat perang dunia. Dengan melakukan hal tersebut Mars cepat dikenal dan menjadi pesaing Hersey.

Hersey melakukan strategi marketing melalui media iklan dan pembuatan film, Hersey juga melakukan distribusu produk ke pasar retail Amerika. Pada saat terjadi perang teluk Hersey menciptakan produk cokelat yang tidak meleleh pada suhu 140 derajat farenheit dan produk ini digunakan oleh para tentara amerika untuk menarik hati rakyat pribumi dan Mars dapat memenangkan pasar global di wilayah teluk. Hersey unggul denga produk cokelat yang dilapisi oleh karamel dan ini menjadi ciri produk dari Hersey

Edukasi intens diluncurkan oleh Mars dan Hershey lewat iklan-iklan di televisi maupun di media. Seperti halnya Hershey melakukan CSR dengan membuat Hershey Industrial School serta membuat film kartun dengan cerita sepasang tokoh cokelat M&M. Dan ketika cokelat di jadikan alasan sebagai penyebab penyakit gemuk, hersey mencoba mengedukasi kalau cokelat merupakan produk yang digemari masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: